Kapling Kebun

Call Center : 082-3232-5-7474
newslide1
newslide2
newslide3

Kapling Kebun

invest2 Kapling Kebun

Gambar hanya sekedar ilustrasi

Pernahkah ada sebuah perkebunan yang mirip mesin ATM pribadi? Bisa memberi uang 3jt setiap bulan. Bahkan bisa meningkat menjadi 8jt setiap bulan SEUMUR HIDUP!!!

Tentu bagi calon pembeli hal ini tidak masuk akal seandainya tidak ada pengetahuan bagaimana membuat ini menjadi masuk akal dan bisa diterima secara logis.

Dan jawabannya adalah Tanaman nilam, cengkeh dan gaharu adalah kuncinya!!

Kebutuhan di dunia untuk komoditas ini adalah sangat tinggi dan merupakan kebutuhan yang tidak dapat dipandang sebelah mata. Minyak yang dihasilkan tanaman tersebut diatas dinamakan sebagai ‘Minyak Atsiri’. Agroindustri minyak atsiri memiliki potensi sumberdaya alam dan peluang pasar yang sangat besar. Menurut BPS (Biro Pusat Statistik 2011), nilai ekspor minyak Atsiri Indonesia pada tahun 2010 sebesar US$ 330,89 juta atau sekitar 3,1 triliun rupiah. Dan pada tahun 2011 sebesar US$ 438,16 juta atau sekitar 4,1 triliun. Sebuah grafik kenaikan yang luar biasa, yang menunjukkan kebutuhan dunia akan potensi minyak Atsiri Indonesia terus meningkat secara signifikan.Dalam kesempatan ini prospek bisnis minyak Atsiri masih memiliki peluang yang cerah untuk memenuhi kebutuhan potensi pasar.

Hal ini dimungkinkan karena minyak Atsiri sebagai bahan dasar obat-obatan untuk pasokan pabrik obat/medicinal factory,  industri perfumery, kosmetik, perisa makanan, consumer goods, dan aromatherapy. Dilihat dari fungsi yang sangat fundamental ini, tentu saja kebutuhan akan bahan baku minyak Atsiri tentunya merupakan keharusan untuk selalu tersedia.

Sementara itu untuk masing-masing produk minyak Atsiri Indonesia untuk pangsa pasar ekspor adalah sebagai berikut :

  • minyak nilam adalah 85 %
  • minyak pala 70 %
  • minyak cengkeh 63 %
  • dan minyak sereh wangi 15 %

(Departemen Perdagangan 2007)

Tujuan utama ekspor minyak nilam Indonesia yang mencapai lebih dari 1400 ton per tahun dengan Negara tujuan Singapura (37.17%), Amerika Serikat (17.92%), Spanyol (16.45%), Perancis (8.856%), Switzerland (6.93%), Inggris (4.42%) dan negara lainnya (8.26%),  digunakan sebagai bahan baku industri pembuatan parfum, kosmetik dan obat-obatan. Dengan berkembangnya berbagai industri tersebut akan mendorong semakin meningkatnya kebutuhan minyak nilam baik di dalam maupun di luar negeri. Minyak nilam merupakan komoditas utama ekspor minyak Atsiri Indonesia.

Manfaat lain dari minyak nilam adalah sebagai bahan obat-obatan seperti antiseptik, anti jamur, anti jerawat, obat eksim, kulit pecah-pecah, ketombe, mengurangi peradangan, bahkan dapat membantu mengurangi kegelisahan dan depresi penderita insomnia (gangguan susah tidur). Minyak nilam juga bersifat afrodisiak untuk meningkatkan gairah seksual. Tidak hanya minyaknya saja, di India daun nilam kering digunakan sebagai pengharum pakaian dan permadani. Secara tradisional air rebusan minyak nilam juga dapat digunakan untuk mengobati asma, batuk dan demam.

Sementara itu untuk tanaman cengkeh yang dikenal sebagai tanaman rempah juga bisa digunakan sebagai obat tradisional. Cengkeh biasanya digunakan sebagai bahan baku industri farmasi maupun industri makanan, akan tetapi penggunaan terbanyak sebagai bahan baku industri rokok. Berdasarkan data produksi cengkeh, khususnya tahun 2004 dan 2005 terjadi defisit pasokan. Diperkirakan lima tahun mendatang, produksi cengkeh akan habis terserap untuk kebutuhan pabrik rokok saja. Secara otomatis kebutuhan untuk industri lain akan kekurangan, sehingga terdapat peluang untuk menutup kekurangan tersebut.

Potensi tanaman cengkeh yang belum dimanfaatkan secara optimal adalah daun cengkeh (daun gugur) dan tangkai bunga. Produk olahan yang dapat dihasilkan dari bunga, daun dan tangkai bunga (gagang) adalah minyak cengkeh, eugenol dari minyak cengkeh dan senyawa turunan dari eugenol. Di mana eugenol ini salah satunya digunakan dalam industry obat-obatan gigi (dentist) di seluruh dunia.

Sedangkan untuk Fungsi tanaman Gaharu adalah bahan parfum, kosmetik dan obat-obatan (farmasi). Parfum diperoleh dari hasil ekstraksi resin dan kayunya. Gaharu sudah dikenal sebagai komoditas penting, semenjak jaman Mesir Kuno. Gaharu adalah bahan aromatik termahal di dunia.

Kebutuhan akan gaharu memang cukup tinggi. Indonesia, khususnya Kalimantan Barat sebagai salah satu daerah penghasil Gaharu. Secara khusus, berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Asosiasi Pengusaha Gaharu Indonesia (Asgarin), permintaan Gaharu pada tahun 2011 sebesar 125 ton masih belum terpenuhi tidak sampai 10 persennya. Sekarang, tahun 2012 ini, kebutuhan akan Gaharu Indonesia bahkan meningkat menjadi 600 ton.

Tanaman Gaharu merupakan salah satu tanaman yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Untuk berat 1 Kilogram Gaharu kualitas Super King bisa dihargai 30 juta rupiah dengan catatan harga itu dari tanaman yang telah di-inokulasi. Harga Gaharu kualitas Super King yang diperoleh langsung dari hutan bisa mencapai 80 juta rupiah. Bahkan harga dari Gaharu dengan kualitas terendah atau gred D memiliki harga berkisar 600 ribu rupiah perkilogram.

Dengan data ini sudah cukup jelaslah bagi kita untuk bagaimana mendapatkan uang dari komoditas yang selalu dibutuhkan dan bernilai tinggi ini. Tertarik untuk lebih tahu kapling kebun ini?

Cukup klik ke Paket Perkebunan

lowongan

Customer Service

Hubungi Kami

Kantor pusat

PT. Eksotik Aromatika
Jln. Solo km.11 (Depan Percetakan KR)
Jogjakarta 55571
Telp 0274-496547

Call center

082-3232-5-7474
0877-1777-3222

Statistik

Subscribe to Our NewsLetter

Copyright © 2012 KaplingKebun.com. All Right Reserved.